|
Panduan Terjemah Kitab Daf’u Syubah at
Tasybih |
( IV ) Catatan panduan terkait dengan
terjemahan Kitab Daf’u Syubah at Tasybih
yang ada di hadapan anda
-
Tanda [...] untuk menyempurnakan dan atau
untuk menjelaskan ungkapan atau kalimat
sebelumnya, misalnya; ”Allah azali [ada
tanpa permulaan]”.
-
Tanda (...) untuk memberikan pemahaman
”atau”, misalnya; ”kita adalah ciptaan
(makhluk) Allah”.
-
Tulisan dengan redaksi:
”[Makna literal riwayat ini tidak boleh kita
ambil, mengatakan: ...]” adalah makna zahir
atau makna literal dari teks-teks
mutsyabihat, baik dari al-Qur’an maupun
hadits, yang makna tersebut tidak boleh kita
ambil. Adapun penulis sengaja menuliskan
terjemahan literalnya hanyalah untuk
memberikan pendekatan pemahaman terhadap
teks-teks terkait yang sedang dibahas.
-
Tanda ”Ţíá”
yang ditulis dalam permulaan teks-teks
berbahasa Arab adalah untuk ”membebaskan
diri” dari kandungan makna literalnya, dan
atau untuk menjelaskan bahwa teks-teks
tersebut bisa jadi tidak memiliki dasar atau
tidak sahih.
-
Kutipan beberapa ayat
mutasyabihat setelah tanda garis miring ( /
) bukan berasal dari kitab aslinya, tetapi
hanya untuk mengungkap pemahaman tentang
teks-teks yang serupa dengan teks atau ayat
sebelumnya.
Wa Allah A’lam Bi ash
Shawab.
Banten, 2 Mei 2011 R / 2 Jumada at Tsaniyah
1432 H
H Kholil Abou Fateh |
|
|